Sabtu, 25 April 2015

Hiruk pikuk jelang eksekusi terpidana mati gelombang kedua


Sewa tenda di Nusakambangan selesai pada Rabu













Ada dua truk yang membawa tenda diseberangkan ke Dermaga Sodong Pulau Nusakambangan. Tenda tersebut akan didirikan di sekitar lapangan tembak dan kemungkinan akan menjadi tempat tunggu jaksa eksekutor.

Menurut salah satu supir truk pembawa tenda, sewa tenda akan selesai pada Rabu (29/4). Karenanya, pemasangan tenda di sekitar lapangan tembak hingga Rabu (29/4) memunculkan spekulasi eksekusi mati akan dilaksanakan sehari sebelum sewa tenda selesai.

Spekulasi soal lokasi eksekusi juga bermunculan, yakni lapangan tembak Tunggal Panaluan yang berada di kawasan Limusbuntu, atau belakang pos polisi Pulau Nusakambangan. Lapangan tembak tersebut menjadi tempat eksekusi gelombang pertama yang menembak mati lima terpidana narkotika.


Hiruk pikuk jelang eksekusi terpidana mati gelombang kedua


Dua truk bawa tenda ke Nusakambangan
 Aktivitas Dermaga Wijaya Pura di Cilacap Jawa Tengah, pascapemindahan terpidana mati asal Filipina Mary Jane Fiesta Veloso dari Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan, Yogyakarta, makin meningkat. Hari ini ada dua truk yang membawa tenda diseberangkan ke Dermaga Sodong Pulau Nusakambangan.

Tenda tersebut akan didirikan di sekitar lapangan tembak dan kemungkinan akan menjadi tempat tunggu jaksa eksekutor. Seorang pengemudi truk pembawa tenda yang enggan menyebutkan namanya mengemukakan tenda tersebut memang digunakan untuk dipasang di lapangan tembak.

"Ini teratak (tenda) mau dibawa di dalam Nusakambangan. Rencananya sih (didirikan) di dekat lapangan tembak, kemarin yang pesan anggota polisi," ujarnya saat ditanya awak media di Dermaga Wijaya Pura sebelum menyeberang, Sabtu (25/4).


 Sepuluh Terpidana mati mulai menatap hari-hari terakhir mereka di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Kejaksaan Agung memastikan eksekusi mati gelombang kedua terhadap sepuluh terpidana mati segera dilakukan.

Kebijakan ini diambil setelah keputusan Mahkamah Agung menolak dua permohonan Peninjauan Kembali (PK) terpidana mati kasus narkoba. Yaitu Martin Anderson asal Ghana dan Serge Areski Atlaoui asal Prancis.

Saat ini Kejagung masih menunggu putusan PK yang diajukan terpidana kasus narkoba asal Indonesia, Zainal Abidin, akan diputus.

"Kita harapkan PK Zainal Abidin secepatnya diputuskan sehingga kita ada kesempatan untuk menentukan hari H pelaksanaan eksekusi," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung Tony Tribagus Spontana di Kejagung, Jakarta.

Eksekusi hukuman mati terpidana narkoba kemungkinan besar bakal dilakukan dalam waktu dekat ini. Bahkan, sejumlah tanda-tanda menguatkan bila eksekusi mati dilaksanakan sebelum hari Rabu pekan depan, akhir bulan ini. Berikut sinyal-sinyal kuat eksekusi mati dilakukan sebelum hari Rabu ini:

Peringati 2 tahun kepergian uje, umi pipik santuni 500 anak yatim


Memperingati dua tahun wafatnya Ustaz Jeffry Al Buchori, umi Pipik Dian Irawatimenyantuni 500 anak yatim serta berdoa dan berdzikir bersama. Jika sehari sebelumnya Pipik datang seorang diri saat ziarah ke makam Uje, dalam haul kali ini, Pipik ditemani keempat anaknya yakni Adiba, Abidzar, Ayla dan Bilal.
"Alhamdulillah hari ini acara haul penuh dengan cinta dan doa. Khususnya dari 500 anak yatim yang diundang. Senang sekali doa yang luar biasa dari mereka. Hari ini hanya dzikir, doa, tausiah dan santunan," ujar umi Pipik saat ditemui di Menara 165, TB Simatupang, Jakarta Selatan pada (25/4).
Acara yang dimulai ba'da Ashar ini cukup ramai. Selain dihadiri 500 anak yatim, juga dihadiri oleh beberapa ustaz sahabat Uje yang juga memberikan tausiahnya. Mereka juga mengenang kebaikan ustaz gaul itu semasa hidupnya. Tidak hanya santunan hari ini, esok hari juga ada beberapa rangkaian lagi untuk memperingati kepergian almarhum.

"Besok pagi Umi (Ibunda Uje) dan guru besar bikin acara haul, Insya Allah saya datang. Malamnya ada konser Nada dan Cinta di salah satu stasiun televisi. Jadi karya-karya beliau yang belum sempat dirilis bakal dinyanyikan sama penyanyi," cerita Pipik.
Meski sudah dua tahun kepergian Uje, Pipik tentu masih suka sedih saat mengingat almarhum. Apalagi saat santunan seperti ini, ia langsung teringat mendiang sang suami yang memang tidak pernah berhenti menyantuni anak-anak yatim. Maka dari itu, Pipik akan terus meneruskan kebiasaan yang dilakukan Uje.
"Pokoknya harus ikhlas. Saya rasa manusiawi ya, waktu kumpul keluarga, rindu akan Uje itu muncul. Dengan doa anak yatim, semoga bisa langsung diterima. Ada doa yang dikirimkan langsung waktu saya ingat beliau. Kebaikan dan keburukan pasti, beliau juga manusia biasa. Saya dan anak hanya bisa beri doa," tutupnya.

Jadi sasaran amuk massa di Jambi, polisi diminta introspeksi

Sosiolog Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Musni Umar, prihatin atas kejadian menimpa kepolisian. Salah satunya soal dibakarnya kantor Polres Limun, Jambi oleh sekelompok warga dini hari tadi.

"Pertama tentu prihatin sekali tentang penyerangan kantor polisi, bagaimana pun polisi kita (masyarakat) perlukan," kata Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah Musni Umar, saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (25/4).

Kata Musni, tindakan masyarakat merupakan reaksi dari ulah polisi itu. Sehingga masyarakat atau rakyat tidak bisa disalahkan dan tidak juga dibenarkan dalam melakukan perusakan kantor polsek tersebut.

Umar menambahkan, saat ini rakyat juga butuh keadilan. Keadilan itu sesungguhnya yang harus diperhatikan oleh polisi. Dia meminta jangan melihat hukum secara formal, tapi lihat apakah hukum itu bisa memenuhi rasa keadilan masyarakat.

"Kita lihat mengapa rakyat itu melakukannya. Saya kira bagaimana pun juga rakyat pasti ada alasannya dia melakukannya. Di sinilah menurut saya polisi harus melakukan evaluasi, introspeksi juga supaya mereka ini makin dicintai semakin disukai oleh masyarakat," ujar Musni.

Menurut Umar, ini adalah tantangan terbesar yang dihadapi oleh Kapolri dan Wakapolri baru yang perlu diselesaikan. Sehingga rakyat bisa merasakan hukum yang adil dan menciptakan suatu kondisi masyarakat merasa memiliki polisi.

"Saya kira inilah tantangan terbesar yang dihadapi kapolri baru untuk menyelesaikan hal-hal seperti itu. Dan ini memang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat, memerlukan waktu yang panjang dan akhirnya kembali kepada polisi. Bisa enggak dari pusat sampai di bawah itu melakukan berbagai tindakan yang mencerminkan dari pada hukum, tapi hukum itu dilihat dari aspek keadilan masyarakat," tutup Musni.

Gempa bumi 7,9 Skala richter di Nepal kemarin siang (25/4) waktu setempat, berujung petaka buat ribuan warga. Data terakhir Kepolisian, 1.341 orang tewas, sementara lebih dari 1.700 orang luka-luka. Warga Negara Indonesia pun terancam jadi korban. Data Kementerian Luar Negeri mencatat ada 50 WNI kini berada di berbagai kota Nepal.
Lindu mahadahsyat ini berdampak hingga ke wilayah India, tepatnya Negara Bagian Uttar Pradesh, yang turut melaporkan 28 warga tewas. Gunung Everest pun mengalami longsor setelah gempa tersebut, sehingga sejauh ini 10 pendaki tewas tertimbun salju.
Ketua Palang Merah Nepal, Jagan Chapagain, menyatakan bencana ini adalah yang terparah dialami negara tersebut setelah gempa 1934.
"Dampak kerusakan masih belum bisa dipastikan sampai sekarang. Tapi dipastikan ini bencana paling mematikan pernah dialami Nepal," ujarnya.
Laporan masuk, beberapa desa di pusat gempa yang jaraknya 80 kilometer dari Ibu Kota Khatmandu, belum dapat diakses relawan. Kondisi Khatmandu juga rusak berat, sampai-sampai Menara Dharhara di pusat kota setinggi sembilan lantai gedung ambruk.
Uni Eropa langsung mengucurkan bantuan senilai USD 3,9 juta untuk Nepal. Organisasi kemanusiaan internasional dilaporkan langsung berdatangan ke negara yang wilayahnya di lereng pegunungan Himalaya tersebut.
Hingga berita ini dilansir ribuan warga yang mengungsi masih berada di lapangan tanpa bantuan berarti, termasuk makanan maupun obat-obatan. Selain trauma, korban terancam suhu dingin ekstrem hingga beberapa hari ke depan.


Soal pesta bikini sma, Ashanty beri kebebasan terarah ke aurel





















Beberapa hari lalu, publik sempat dikejutkan dengan sebuah video undangan pesta bikini para pelajar SMA yang rencananya bakal digelar di Jakarta. Namun ternyata, penyanyi Ashanty tak tahu-menahu dengan informasi yang sempat membuat publik geger.
"Belum dengar sih soal pesta bikini SMA itu. Pokoknya sebagai orangtua, apalagi anakku ada yang SMP dan SMA ya. Ziel pas lulus SMP nggak ada farewell party, palingan prom night yang melibatkan orangtua, nggak ada yang begitu lah," jelas istri musisi Anang Hermansyah ini.
Dijumpai di gedung Trans TV kawasan Mampang, Jakarta Pusat, Jumat (24/4), Ashanty tak menampik jika kedua anaknya yakni Aurel maupun Azriel mempunyai jam malam. Bagi Ashanty, dia lebih mementingkan keberadaan anak-anaknya di rumah daripada di luar.
"Aku kasih kebebasan ke anak-anak, tapi terarah sih. Asal yang benar dan bertanggung jawab. Alhamdulilah juga Loli (Aurel) punya pacar yang bukan anak gaul, bukan seperti itu ya. Palingan mereka pergi nonton atau makan, aku bersyukur aja sih," tambah perempuan yang melahirkan Arsy Addara Musicia Nurhermansyah pada 14 Desember 2014 itu.
Sementara itu, disinggung mengenai rencana pesta ulang tahun Aurel yang ke-17 pada 10 Juli mendatang, Ashanty punya jawaban lain. Menurut Ashanty, pesta sweet seventeen Aurel bakal digelar cukup sederhana.
"Iya, awalnya mau pesta tapi akhirnya dinner bareng keluarga besar aja. Tapi kalau soal pesta belum tahu juga sih mau batal apa enggak. Yang pasti aku punya sesuatu buat dia, kejutan. Kan jatuhnya pas bulan puasa juga ya? Pokoknya Aurel itu kalau mau keluar selalu kita tanyain. Dia juga nggak pernah ke klub. Palingan pergi sama keponakan dan tetep diawasin supaya enggak sendirian," tutup Ashanty.

kepada: http://anakkebum26.blogspot.com